Skrining fitokimia dan analisis kadar kafein pada kopi bubuk jenis arabika di kota Takengon menggunakan spektrofotometri ultraviolet

Andry, Muhammad and Shufyani, Fahma and Nasution, Muhammad Amin and Tambunan, Ika Julianti and Fathurrohim, Muhammad Faizal and Rezaldi, Firman (2023) Skrining fitokimia dan analisis kadar kafein pada kopi bubuk jenis arabika di kota Takengon menggunakan spektrofotometri ultraviolet. Journal Of Pharmaceutical And Sciences, 6 (3). pp. 998-1006. ISSN 2656 - 3088

[thumbnail of Phytochemical Screening and Analysis of Caffeine Content in Arabica Ground Coffee in Takengon City Using Spectrophotometry Ultraviolet.pdf] Text
Phytochemical Screening and Analysis of Caffeine Content in Arabica Ground Coffee in Takengon City Using Spectrophotometry Ultraviolet.pdf

Download (3MB)

Abstract

Latar belakang: Kopi merupakan tanaman yang mengandung kafein dan umum diolah menjadi minuman. Saat ini kopi menjadi salah satu minuman paling populer di dunia setelah air putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kafein pada kopi bubuk arabika yang beredar di pasar Kota Takengon serta membandingkannya dengan standar nasional Indonesia (SNI 01-7152-2006). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive. Metode yang digunakan meliputi skrining fitokimia, analisis kualitatif, serta spektrofotometri ultraviolet pada panjang gelombang 273 nm. Parameter validasi yang diuji terdiri dari presisi, linearitas, LOD, dan LOQ. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa sampel A pada perlakuan uji Mayer memberikan hasil negatif, sedangkan uji lainnya positif. Pada sampel B seluruh pengujian memberikan hasil positif. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa sampel A dan B memiliki kadar kafein yang berbeda signifikan. Rata-rata kadar kafein pada sampel A sebesar 11,632 mg dan sampel B sebesar 34,897 mg. Perhitungan kadar kafein per sajian menunjukkan sampel B mengandung 6,663 mg dan sampel A 19,989 mg. Uji validasi menghasilkan linearitas dengan r = 0,998, LOD sebesar 0,882 µg/mL, dan LOQ sebesar 2,94 µg/mL, dengan nilai RSD < 1,11%. Berdasarkan hasil tersebut, sampel A dan B memenuhi syarat menurut SNI tahun 2006 (50–150 mg/sajian), dengan batas konsumsi harian maksimal 500 mg.

Item Type: Article
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Q Science > QK Botany
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Bachelor of Biology Education Study Program
Depositing User: Sulthan Admin
Date Deposited: 08 Nov 2025 02:57
Last Modified: 08 Nov 2025 02:57
URI: https://repo.unisal.ac.id/id/eprint/11

Actions (login required)

View Item
View Item