PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN PEMAHAMAN AKUNTANSI TERHADAP PRAKTIK PENCATATAN KEUANGAN BERDASARKAN SAK EMKM PADA UMKM DI DESA TANJUNGMEKAR

Type
Skripsi
Title
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN PEMAHAMAN
AKUNTANSI TERHADAP PRAKTIK PENCATATAN
KEUANGAN BERDASARKAN SAK EMKM PADA UMKM
DI DESA TANJUNGMEKAR
Creator
Riyani Indriyani
identifier
2260304023
list of contributors
Nia Kurniasih, S.E., Ak., M.Ak., CA
Date
2026
abstract
Praktik pencatatan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan
Menengah (SAK EMKM) masih belum diterapkan secara optimal oleh sebagian pelaku Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tanjungmekar. Pencatatan keuangan yang dilakukan
umumnya masih sederhana dan belum konsisten sehingga informasi keuangan yang dihasilkan
belum mampu mendukung pengambilan keputusan usaha secara optimal. Kondisi tersebut diduga
dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan pemahaman akuntansi yang dimiliki pelaku UMKM.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan dan pemahaman akuntansi,
baik secara parsial maupun simultan, terhadap praktik pencatatan keuangan berdasarkan SAK
EMKM pada UMKM di Desa Tanjungmekar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan pendekatan asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 68
pelaku UMKM yang dipilih dari populasi sebanyak 217 pelaku UMKM menggunakan rumus
Slovin. Analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS melalui uji kualitas data, uji asumsi
klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien
determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan
terhadap praktik pencatatan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Sebaliknya, pemahaman akuntansi
berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, tingkat pendidikan dan pemahaman akuntansi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap praktik pencatatan keuangan berdasarkan SAK EMKM.
Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 52,2% variasi praktik
pencatatan keuangan berdasarkan SAK EMKM, sedangkan 47,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor
lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah desa,
instansi terkait, dan pelaku UMKM dalam meningkatkan pemahaman akuntansi melalui edukasi dan
pendampingan guna mendorong penerapan praktik pencatatan keuangan sesuai SAK EMKM.
Subject
pemahaman akuntansi, praktik pencatatan keuangan, SAK EMKM, tingkat pendidikan,
UMKM
number of pages
148