IDENTIFIKASI DAN PENILAIAN RISIKO KERJA PADA
PROSES ELEKTROPLATING DAN NON-DESTRUCTIVE
TESTING (NDT) MENGGUNAKAN METODE HIRARC
-
Type
-
Skripsi
-
Title
-
IDENTIFIKASI DAN PENILAIAN RISIKO KERJA PADA
PROSES ELEKTROPLATING DAN NON-DESTRUCTIVE
TESTING (NDT) MENGGUNAKAN METODE HIRARC
-
Creator
-
Aditya Herlambang Jeksono
-
identifier
-
2226201011
-
list of contributors
-
Jatmiko Agung Nugroho, S.T., M.T
-
Date
-
2026
-
abstract
-
Industri manufaktur elektronik yang melibatkan proses electroplating dan Non-Destructive Testing
(NDT) memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi karena menggabungkan bahaya kimia, fisik,
mekanik, ergonomi, dan listrik dalam satu sistem kerja, sebagaimana terjadi pada Departemen
Special Process PT. Jabil Circuit Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi
bahaya, menilai tingkat risiko, menentukan prioritas risiko, serta mengestimasi penurunan risiko
setelah penerapan pengendalian pada kedua proses tersebut. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif
dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC)
mengacu pada standar AS/NZS 4360. Sampel penelitian mencakup seluruh aktivitas kerja pada
proses electroplating (9 aktivitas) dan NDT (10 aktivitas); data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan perhitungan skor risiko
(Likelihood × Severity), analisis 5M, serta analisis Distribusi Prioritas Risiko. Hasil penelitian
mengidentifikasi 24 potensi bahaya, dengan satu bahaya berkategori Extreme risk pada proses
electroplating, yaitu paparan kromium heksavalen (Cr⁶⁺, skor 20), serta dua bahaya High risk pada
proses NDT. Proses electroplating memiliki beban risiko kumulatif lebih tinggi (128) dibandingkan
NDT (108). Delapan bahaya prioritas (Prioritas Tinggi) menyumbang 50,8% dari total risiko.
Berdasarkan hasil analisis HIRARC, usulan pengendalian berbasis hierarchy of control (hierarki
pengendalian risiko) diperkirakan atau diestimasi dapat menurunkan tingkat risiko dari kategori
Extreme dan High menjadi Medium. Estimasi tersebut diperoleh melalui penilaian ulang (risk
reassessment) terhadap rekomendasi pengendalian dan belum dilakukan implementasi maupun
evaluasi efektivitasnya di lapangan. Dengan demikian, seluruh angka penurunan risiko yang
dilaporkan bersifat proyeksi teoritis, bukan hasil pengukuran aktual pasca-implementasi. Penelitian
ini menyimpulkan bahwa metode HIRARC efektif digunakan untuk mengelola risiko kerja secara
terintegrasi pada proses dengan karakteristik bahaya yang berbeda.
-
Subject
-
Electroplating, HIRARC, keselamatan dan kesehatan kerja, Non-Destructive Testing,
penilaian risiko,
-
number of pages
-
137