HUBUNGAN PENERAPAN HYBRID WORKING TERHADAP WORK-LIFE BALANCE KARYAWAN GENERASI Z DI KOTA BANDUNG

Type
Skripsi
Title
HUBUNGAN PENERAPAN HYBRID WORKING TERHADAP
WORK-LIFE BALANCE KARYAWAN GENERASI Z DI KOTA

BANDUNG
Creator
Deri Gustaman
identifier
2261201053
list of contributors
Adrie Charviandi, S.E., M.M.
Date
2026
abstract
Transformasi digital serta perubahan pola kerja setelah pandemi mendorong banyak
organisasi mengadopsi sistem Hybrid Working sebagai salah satu bentuk
fleksibilitas dalam bekerja. Bagi karyawan Generasi Z yang memiliki kemampuan
adaptasi tinggi terhadap teknologi dan cenderung mengutamakan keseimbangan
antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sistem kerja tersebut dinilai dapat
mendukung terciptanya Work-Life Balance. Namun demikian, penerapan Hybrid
Working juga berpotensi mengurangi batas yang jelas antara pekerjaan dan
kehidupan pribadi sehingga pengaruhnya perlu dibuktikan secara empiris.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi penerapan Hybrid Working,
tingkat Work-Life Balance, serta pengaruh Hybrid Working terhadap Work-Life
Balance pada karyawan Generasi Z di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan asosiatif. Sampel penelitian
terdiri atas 96 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert,
kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif,
uji asumsi klasik, analisis regresi linear sederhana, koefisien determinasi, serta uji
hipotesis (uji t) menggunakan IBM SPSS Statistics versi 27. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penerapan Hybrid Working maupun tingkat Work-Life
Balance berada pada kategori baik. Hasil analisis regresi membuktikan bahwa
Hybrid Working berpengaruh positif dan signifikan terhadap Work-Life Balance,
yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), nilai t hitung sebesar
9,203, serta nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,474. Temuan tersebut

mengindikasikan bahwa Hybrid Working mampu menjelaskan 47,4% variasi Work-
Life Balance, sedangkan 52,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang

tidak diteliti. Dengan demikian, penerapan kebijakan Hybrid Working yang
didukung oleh pengelolaan batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi,
komunikasi yang efektif, serta pemanfaatan teknologi digital secara optimal
diharapkan dapat meningkatkan Work-Life Balance karyawan Generasi Z.
Subject
Fleksibilitas Kerja, Generasi Z, Hybrid Working, Manajemen Sumber
Daya Manusia, Work-Life Balance.
number of pages
104